Blog ini diterbitkan oleh Komisi Sastra Dewan Kesenian Serdang Bedagai. Bagi penulis Serdang Bedagai diharapkan dapat mengirimkan tulisan-tulisannya ke redaksi guna dipublikasi secara on line sekaligus untuk dokumentasi serta program-program berikutnya demi dinamika sastra di tanah bertuah negeri beradat

Rabu, 17 Februari 2016

Bahagia di Atas Gelombang

Aku bingung ketika seorang teman mengajak jalan-jalan. "Ayo kita ke laut" katanya.
"Ayok " jawabku tegas. 
"Dah lama kita tak lihat laut. Katanya gelombang laut sekarang semakin besar dan tinggi-tinggi"

Aku tidak ambil pusing dengan gelombang laut. Yang jelas aku sudah stres kali hdup ini. Makin lama semakin komplek saja persolana hidup ini. Mana penghasilan semakin menipis sementara peluang kerja semakin tidak ada.
"Yang penting aku ikut saja sama temanku yang satu ini.

Aku semakin bingung ketika ternyata temanku tadi tidak menuju ke lauit melainkan berhenti di depan warung internet.

"Kok berhenti di sini ?" tanyaku ketika dia memarkirkan sepeda motornya.
"Ya. Kita kan sudah sampai di tepi pantai"
Jelas aku semakin tidak mengerti.
"Ayo kita masuk"
Aku ikut saja.

Akhirnya aku diajak masuk ke kamar nomor satu. Kami berdua di kamar itu.

"Ini zaman internet Bung" katanya
"Internet itru datang bagai gelombang laut yang sangat dahsyat. Suka atau tidak suka kita harus cari selamat. Jadi supaya kita selamat kita harus naiki dan kelola gelombang laut itu. Contohnya seperti pemain selancar air. Semakin besar dan tinggi gelombang laut itu semakin senang. Betul ?" tanyanya kepadaku.
"Apa kaitanya dengan kita ?" tanyaku padanya semakin penasaran.
 "Ya itu. Kita sekarang dihadapkan oleh gelombang internet yang  tak tertahankan oleh kita. Banyak biosnis yang tergusur oleh internet. bahkan tenaga manusia kini telah diganti oleh internet. Eh Mau masuk jalan tol ketemu manusia tidak ?" ujarnya semakin menodonmg jawaban ke mukaku.
Aku diam saja tak menjawab. lalu iapun melanjutkan ceramahnya padaku.
"Supaya kita tidak tergilas oleh internet maka kita harus bisin dengan internet. Kita kelola internet. Kita harus cari bisnis internet yang nomor satu agar kita tak tertipu."
"Nomor 1 ?" tanyaku heran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar